foto1 foto2 foto3 foto4 foto5


Pelayanan Iman & Doa
www.pidmedia.net
PID

Pelayanan Kristen (Christian Ministry Church) Badan Hukum : Departemen Agama RI no.156 Tahun 1990, Motto PID adalah MELAYANI YANG BELUM TERLAYANI, Donation; Bank Central Asia (BCA), Account No : 3312172299,Beneficiary name : Christi Yana Rahayu atau Pudjianto +++ Swift Code: CENAIDJA ;Beneficiary Bank Name: Bank Mandiri, Beneficiary Branch: KCP Batu,Beneficiary Account No: 144-00-1556515-0, Beneficiary name: Pudjianto/Monika Maria Paramita +++ Swift Code: BMRIIDJA +++ +++

Visitors Counter

250218
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
99
98
197
249096
2660
7341
250218

Your IP: 54.227.104.40
Server Time: 2018-01-22 21:43:10

SIAPAKAH YANG MENGGULINGKAN BATU

              Itulah tema yang sengaja dipilih ketika pimpinan Lembaga Iman & Doa (Lembaga PID) Pdt. Pudjianto melayani di sebuah gereja yang berada di lereng Gunung Kelud, Blitar, Jawa Timur. Yang menarik untuk diperhatikan dari keberadaan masyarakat di sekitar gereja di desa tersebut adalah terbangunnya kerukunan antar umat beragama sangat terpelihara dan bisa menjadi contoh kerukunan yang sekarang ini sedang mendapat tantangan di negeri kita ini. Kerukunan tersebut bisa terlihat dengan jelas dari hal-hal praktis dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya saja kalau pada perayaan Natal semua tetangga yang non Kristen akan saling berdatangan ke tempat ibadah di gereja. Hanya saja memang mereka biasanya datang ke acara tersebut ketika acara ibadah sudah selesai dan tinggal acara perayaan dimulai. Hal yang demikian sering dijumpai di berbagi tempat.

 

Namun, pada acara Paskah yang mengundang Lembaga Iman dan Doa (Lembaga PID), pemandangan berbeda dari biasanya di mana pada acara tersebut walaupun suasana yang diiringi hujan deras, kenyataannya para tamu banyak yang berdatangan. Awalnya Pdt. Pudjianto dan tim Pelayanan PID menyangka kalau mereka yang hadir itu adalah umat kristiani, yaitu anggota gereja setempat. Namun, ternyata mereka yang berbondong-bondong hadir itu adalah dari berbagai agama. Lebih mengherankan lagi, menurut penuturan pengurus gereja, ternyata dari pihak gereja sendiri untuk mengadakan acara yang semarak tersebut tidak perlu mengeluarkan dana sepeserpun. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Ternyata mereka melakukan gotong royong dengan mengirimkan masakan guna mendukung acara tersebut sehingga ketika menengok ke ruang belakang gereja tepatnya di pastori sudah tersedia berbagi macam makanan sebagai hidangan yang dibawa oleh masarakat setempat.

            Sudah menjadi kebiasaan di mana setiap Pendeta Pudjianto mengawali khotbahnya selalu menanyakan apakah di antara sekian banyak yang hadir adalah orang-orang yang mendengarkan siraman rohani melalui radio? Ketika hal tersebut ditanyakan, ternyata kebanyakan dari mereka mengangkat tangannya tanda mengiyakannya. Dari pertemuan tersebut muncul beberapa pengakuan yang sangat menarik. Seorang bapak yang beragama lain menuturkan bahwa setiap pagi sebelum dirinya berdoa menyempatkan mendengarkan ceramah Pdt. Pudjianto terlebih dahulu. Hal itu disampaikannya di saat para tamu sedang berada di dalam ruangan gereja, sedangkan jemaat kebanyakan juga lebih banyak di luar ruangan.

 

Sehingga bapak tersebut dengan bebasnya berceritera pengalamannya mendengar khotbah rohani dari radio.

           Hal penting yang harus disyukuri adalah kesempatan yang diberikan Tuhan kepada Pdt. Pudianto di mana paling tidak berita keselamatan di dalam Yesus  sudah disampaikan dalam acara Paskah tersebut. Harapannya adalah bagi yang sudah percaya dapat meneguhkan iman. Tapi lebih dari itu untuk semua yang hadir makna paskah yang lebih penting bisa sampai yaitu mengenai Yesus Kristus yang telah menang atas maut.

          Bagi mereka yang percaya akan seperti Tuhan Yesus Kristus yang tidak lagi dikuasai oleh maut. Orang yang percaya kepada Kristus itu tidak akan mati selamanya tetapi sebaliknya mereka akan bangkit dan menerima hidup yang kekal. Hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah adanya batu-batu yang bisa menghalangi orang bisa menjadi orang percaya. Bisa jadi batu itu adalah lingkungan, bisa jadi pekerjaan, bisa jadi harta benda, bisa jadi diri sendiri. diharapkan iman mereka yang hadir semakin berakar di dalam Kristus. Sementara bagi mereka yang belum percaya setidak-tidaknya sudah diperdengarkan mengenai jalan keselamatan yang dianugerahkan Allah. Dengan keyakinan bahwa firman Tuhan yang ditaburkan itu tidak akan kembali dengan sia-sia. Kiranya, taburan firman kebenaran itu akan bertumbuh dan memperluas Kerajaan Allah.

 

 

 


Copyright © 2018 PID MEDIA Rights Reserved.