foto1 foto2 foto3 foto4 foto5


Pelayanan Iman & Doa
www.pidmedia.net
PID

Pelayanan Kristen (Christian Ministry Church) Badan Hukum : Departemen Agama RI no.156 Tahun 1990, Motto PID adalah MELAYANI YANG BELUM TERLAYANI, Donation; Bank Central Asia (BCA), Account No : 3312172299,Beneficiary name : Christi Yana Rahayu atau Pudjianto +++ Swift Code: CENAIDJA ;Beneficiary Bank Name: Bank Mandiri, Beneficiary Branch: KCP Batu,Beneficiary Account No: 144-00-1556515-0, Beneficiary name: Pudjianto/Monika Maria Paramita +++ Swift Code: BMRIIDJA +++ +++

Visitors Counter

273091
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
20
115
1401
266157
7818
10260
273091

Your IP: 54.198.78.121
Server Time: 2018-04-20 02:58:17

KOTBAH YANG MEMBUAT LUKA

(Matius 3)

Pada umumnya seorang pengkotbah berusaha untuk bisa menarik hati pendengarnya. Ia berusaha untuk menggunakan tata bahasa yang baik, dengan intonasi yang pas, sebisa mungkin diusahakan yang relevan, yang actual dengan demikian bisa merebut hati dan menyenangkan pendengar untuk mendengarkan lebih banyak.  Yohanes Pembaptis  sangat berbeda, kehadirannya dengan pakaian yang berbeda dengan masyarakat kebanyakan,  sudah merupakan daya tarik tersendiri, sehingga banyak orang yang datang kepadanya. Permulaan dia berbicara bukan hal-hal yang indah, janji yang manis,  namun yang dikatakan ketika melihat orang Farisi, para iman dan orang Saduki datang kepadanya adalah: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan” (Matius 3:7-8).  Sudah tentu kata-kata itu mendatangkan luka, sehingga ia diminta untuk kembali ke padang gurun lagi. Yohanes memang berkata apa yang harus ia katakan sesuai dengan mandat yang diberikan Tuhan kepadaNya. Kotbah itu harus mencelikan dosa orang supaya orang bertobat dan meninggalkan dosa tersebut.

Sebuah pelajaran yang berharga untuk kita lakukan di dalam hidup berkaitan dengan tugas mulia kita sebagai pemberita kebenaran. Pemberitaan kita bukan hanya untuk menyenangkan telinga pendengar kita, namun  yang menyakitkan sekalipun harus kita lakukan karena tujuan kotbah yang berisi pemberitaan firman itu untuk orang yang mendengarnya berubah hidupnya yang dulu bertentangan dengan Tuhan menjadi seturut dengan kehendak Tuhan. Paulus menulis: “ Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya”(II Tim 4:2-3).

 

JIKA KITA MENDAPAT KEHORMATAN SEBAGAI PEMBERITA KEBENARAN, BIARLAH SETURUT KEHENDAK TUHAN YANG MEMBAWA PERUBAHAN HIDUP, UNTUK ORANG YANG MENDENGAR HIDUP DI DALAM TUHAN.


Copyright © 2018 PID MEDIA Rights Reserved.