foto1 foto2 foto3 foto4 foto5


Pelayanan Iman & Doa
www.pidmedia.net
PID

Pelayanan Kristen (Christian Ministry Church) Badan Hukum : Departemen Agama RI no.156 Tahun 1990, Motto PID adalah MELAYANI YANG BELUM TERLAYANI, Donation; Bank Central Asia (BCA), Account No : 3312172299,Beneficiary name : Christi Yana Rahayu atau Pudjianto +++ Swift Code: CENAIDJA ;Beneficiary Bank Name: Bank Mandiri, Beneficiary Branch: KCP Batu,Beneficiary Account No: 144-00-1556515-0, Beneficiary name: Pudjianto/Monika Maria Paramita +++ Swift Code: BMRIIDJA +++ +++

Visitors Counter

273102
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
31
115
1412
266157
7829
10260
273102

Your IP: 54.198.78.121
Server Time: 2018-04-20 03:01:02

PELAYANAN YANG TIDAK TERDUGA

 

            Bersyukur kepada Tuhan Yesus dan sepatutnya memuji Tuhan dan menghormati Dia serta memberi kemuliaan hanya bagi Tuhan yang sudah memberi kesempatan pelayanan kepada Pdt. Pudjianto pimpinan Lembaga Iman dan Doa (Lembaga PID) untuk melihat dan bahkan melakukan pelayanan di daerah Kalimantan tepatnya di desa Kedembak - Sintang, Kalimantan Barat. Sebenarnya kedatangan Pdt. Pudjianto ke Kalimantan Barat mulanya adalah dalam rangka  untuk menghadiri pertunangan seorang keponakan. Lokasi dari calon pendamping keponakan itu sendiri tempat tinggalnya kurang lebih 100 km dari kota kabupaten Sintang. Berbagai pelayanan ternyata menunggu di tempat tersebut selepas acara pertunangan itu sendiri selesai. Banyak kesempatan yang sebenarnya terbuka dan bahkan perlu mendapat banyak perhatian dari kita.

 

           Untuk mencapai desa Kadembak itu sendiri dibutuhkan waktu sekitar lima jam perjalanan dengan mobil khusus yaitu dengan mobil dua gardan. Karena bila tidak, maka medan jalan yang masih tanah liat itu sulit untuk dijangkau dengan mobil biasa. Menurut penuturan pdt. Pudjianto yang mengalami perjalanan langsung tersebut, naik mobil melalui jalan tersebut serasa diayun-ayun, apalagi ketika melewati genangan lumpur yang cukup dalam. Bila kendaraan sudah bertemu dengan jalanan yang berlumpurtersebut dibutuhkan kesabaran ekstra, karena sopir akan mengarahkan ban mobil dengan sangat pelan guna mencari tanah yang kuat guna mendorong badan mobil untuk bisa tetap bergerak.

           Setelah mengikuti prosesi acara pertunangan selesai, ternyata Tuhan membuka jalan bagi Pdt. Pudjianto untuk melihat dan terlibat dalam pelayanan di gereja di desa tersebut. Sepanjang pengamatan Pdt. Pudjianto adalah, bagaimana Allah berkarya di mana hampir seluruh penduduk di desa yang terdiri dari 4 dusun itu adalah orang-orang yang sudah percaya Tuhan Yesus.

Di mana kepercayaan yang lama yang masih berbau animisme ditinggalkan dan mereka memutuskan untuk bersungguh-sungguh hidup baru di dalam Tuhan Yesus Kristus. Gereja di Desa Kedembak itu sendiri beranggotakan lebih dari 700 jiwa. Sementara pada hari Minggu tersebut Pdt. Pudjianto diminta untuk membawakan firman Tuhan. Menurut Pdt. Pudjianto ibadah itu sendiri dimulai jam 9.00 WIB pagi, dan berakhir sampai jam 13.00 WIB siang. Jadi mereka melakukan khusus ibadah itu selama empat jam. Cukup panjang. Gereja memberi kesempatan kepada anggota jemaat untuk menyaksikan pengalaman hidup bersama Tuhan. Paling tidak ada empat orang yang diijinkan untuk menyaksikan kebaikan Tuhan. Selain kesaksian dalam bentuk perbuatan Tuhan dalam hidup jemaat, juga berbagai kesaksian dalam bentuk lagu juga ditampilkan. Setelah kesaksian-kesaksian tersebut disampaikan barulah firman Tuhan disampaikan. Prosesi tersebut dilanjutkan dengan laporan keuangan dari bendahara umum gereja, bendahara pembangunan, serta penguman-pengumunan lain.

               Bagi orang-orang Kristen di desa tersebut Hari Minggu benar-benar dimanfaatkan khusus untuk memuji dan menyembah Tuhan. Hal tersebut dibuktikan bagaimana mereka menggunakan hari khusus itu ang dipergunakan untuk hal-hal yang bersifat kegiatan rohani. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa setelah kegiatan ibadah pada pagi hari sampai siang hari dan bahkan sore hari, kegiatan tersebut dlanjutkan dengan beberapa kegiatan yang juga masih di sekitar rohani yaitu setelah masuk pukul 16.00 diadan Persekutan Komisi Pria yang dikhususkan bagi para pria, sementara bagi para wanita diadakan Persekutuan Komisi Wanita, di mana dua pertemuan tersebut dilakukan secara terpisah. Dalam hal ini Pdt. Pudjianto kembali dipercaya untuk membawakan firman Tuhan dalam persekutuan Komisi Pria. Sayang, tidak seluruh pria mengikuti ibadah khusus ini. Tapi paling tidak hadir sebanyak 30 orang mengikuti acara tersebut khususnya bagi pria.

            Kegiatan tersebut rupanya idak berhenti di situ Karena secara khusus bagi para pria rupanya berembuk dan berdiskusi mengenai tindakan praktis terhadap orang yang perlu mendapatkan pertolongan. Hal tersebut buktikan dengan niat para pria itu untuk berembug bersama bagaimana menolong seorang janda yang tidak bisa menggarap ladangnya, karena keterbatasan tenaga. Maka komisi pria tergerak untuk membantu mengerjakan ladang janda itu bersama-sama. 

             “Saya berpikir akhirnya kegiatan rohani itu akan berakhir bersamaan dengan tenggelamnya matahari . Tapi ternyata tidak,” kata Pdt. Pudjianto dalam mengikuti kegiatan rohani di desa Kedembak tersebut. Karena setelah seharian mereka mlakukan banyak ibadah dan kegiatan praktis rupanya kegiatan lanjutan sedang disiapkan. Tepat pukul 19.00 WIB mereka kembali mengadakan persekutuan rumah tangga. Sementara pembagiannya adalah, dalam satu dusun terdiri 3 RT, mereka dibagi dalam tiap RT. Sementara dalam kesempatan tersebut Pdt. Pudjianto masih diberi tugas untuk membawakan firman Tuhan dalam ibadah Rumah Tangga di RT 03. Menurut Pdt.Pudjianto berbeda dengan cara penyampaian firman Tuhan pada siang hari, tapi pada persekutuan ini  firman Tuhan disampaikan dalam bentuk dialog. Rupanya cara berdialog ini menjadikan acara persekutuan tidak membosankan dan lebih segar. Menurut Pdt. Pudjianto, kebanyakan dari mereka merasa sangat senang sekali, karena firman Tuhan itu langsung diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Mereka merasakan bagaimana Firman Tuhan itu sangat relevan, dalam kehidupan yang sekarang mereka jalani.

              Selanjutnya Pdt. Pudjianto harus meninggalkan desa Kadembak dan melanjutkan pelayanan di tempat lain yaitu di Kalurahan Kapuas Hilir. Sebenarnya arak antara desa Kedembak dengan tempat yang baru hrus ditempuh sepanjang 120 Km. Tentu saja seperti halnya menuju ke desa Kedembak yang jalannya penuh berliku maka menuju ke Kapuas Hilir inipun harus melewati jalanan yang belum beraspal yang tentu hal ini membutuhkan tubuh yang prima. Namun demikian yang luar biasa ketika melayani di gereja di Kalurahan Kapuas Hilir ini Pdt. Pudjianto bertemu dengan “anak rohani” nya yang rupanya Tuhan percayakan melayani di desa tersebut. Puji Tuhan, ternyata bantuan pendidikan yang selama ini diperjuangkan untuk disalurkan kepada para calon hamba Tuhan ternyata di antara mereka benar-benar berbuahkan pelayan yang cukup setia, dan memenangkan banyak jiwa untuk kemuliaan nama Tuhan. Kiranya elalui pelayanan yang dilakukan di Kalimantan Barat ini benar-benar mendatangkan harmat hanya bagi Tuhan saja yang empunya pelayanan.

 

 

   

 

 

 

 


Copyright © 2018 PID MEDIA Rights Reserved.