foto1 foto2 foto3 foto4 foto5


Pelayanan Iman & Doa
www.pidmedia.net
PID

Pelayanan Kristen (Christian Ministry Church) Badan Hukum : Departemen Agama RI no.156 Tahun 1990, Motto PID adalah MELAYANI YANG BELUM TERLAYANI, Donation; Bank Central Asia (BCA), Account No : 3312172299,Beneficiary name : Christi Yana Rahayu atau Pudjianto +++ Swift Code: CENAIDJA ;Beneficiary Bank Name: Bank Mandiri, Beneficiary Branch: KCP Batu,Beneficiary Account No: 144-00-1556515-0, Beneficiary name: Pudjianto/Monika Maria Paramita +++ Swift Code: BMRIIDJA +++ +++

Visitors Counter

293521
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
75
133
456
291635
6828
5190
293521

Your IP: 54.166.228.35
Server Time: 2018-07-18 10:11:35

        Training Kepemimpinan Hamba

 

Bulan Agustus yang lalu Pelayanan Iman dan Doa (Lembaga PID) sedang mengadakan acara training yang sebenarnya menjadi agenda rutin dengan target para hamba Tuhan yang ada di pedesaan dengan training kepemimpinan. Kali ini yang Lembaga PID mengadakan  training di ujung timur pulau Jawa tepatnya di Banyuwangi dengan training Kepemimpinan Hamba. Training ini tentu saja diadakan khusus bagi para hamba Tuhan yang telah bekerja sama dengan PID dengan tujuan untuk pelebaran Kerajaan Allah.

 

Maka kebanyakan yang hadir adalah para rekan hamba Tuhan yang dalam perintisan. Rekan-rekan yang hadir ketika itu ada 76 orang, yang datang dari berbagai macam aliran gereja. Training itu sendiri ditempatkan di Gereja Sahabat Indonesia (GSI) Mawar Sharon, desa Tegaldlimo, kecamatan Wringinpitu, Banyuwangi, Jawa Timur.

 


Hadir sebagai pembicara dalam seminar tersebut adalah Bapak Sondang Manurung dan Ibu Renny Natalia Putri dari Jakarta dengan memberikan pemaparan mengenai Kepemimpinan Hamba. Tentu saja tema ini sangat relevan dengan konteks pelayanan bagi para hamba Tuhan dengan mengambil contoh sentral Sang Juruselamat yaitu Yesus Kristus. Sebenarnya yang menarik adalah model kepemimpinan hamba yang yang dicontohkan Tuhan Yesus ini saat ini sedang menjadi model kepemimpinan yang paling baik. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Sondang Manurung bahwa ada sepuluh tanda dari model kepemimpinan hamba ini yaitu, mendengar, empati, komitmen pada pertumbuhan orang lain, membangun komunitas, membujuk bukan otoriter, memiliki tinjauan ke depan, kesadaran akan situasi, konseptual, penatalayanan dan penyembuh. ’pada akhirnya tujuan akhirnya adalah untuk kemuliaan namaNya,’ kata pak Sondang, begitu biasa ia dipanggil. ‘Karena memang itu tujuan utamanya,’’ imbuhnya.

         Sementara Ibu Renny Natalia yang mengutarakan lebih spesifik mengenai kepemimpinan hamba ini dengan mengacu kepada tujuan dari model kepemimpinan hamba itu sendiri. Menurut Ibu Renny focus kepemimpinan hamba itu sendiri tujuannya adalah untuk menolong orang lain. Dengan menyitir apa yang disampaikan oleh Greenleaf sebagai orang yang mempopulerkan kepemimpinan hamba tersebut bahwa yang dilakukan pertama kali oleh pemimpin itu adalah melayani orang lain. ‘jadi motivasi...

utama dari kepemimpinan hamba itu adalah keinginan menolong orang lain,’ tegasnya. 

        Sementara dari para peserta merasa senang dengan mendapatkan banyak masukan yang berarti dari seminar dan training tersebut. ‘apalagi cara penyajiannya sangat jelas dan tidak membosankan,’ kata salah seorang peserta. Peserta lain bahkan mengaku dirinya merasa senang karena penyampaiannya bu-

kan hanya dalam bentuk materi tapi juga bagaimana diberikan contoh secara langsung dalam bentuk permainan dan diskusi.’ Karena dari situlah muncul berbagai pemikiran baru dan memancing setiap peserta untuk mengekpresikan dan menyampaikan langsung apa yang menjadi pergumulannya.

           Sementara Pdt. Pudjianto dalam mempertegas panggilan sebagai hamba Tuhan yang dengan menyitir dari II Korintus 4:1-15, yang memberi penekanan pada seorang hamba Tuhan hendaknya jangan mudah tawar hati dalam menjalankan pelayanan. Karena jika tawar hati akan kehilangan kekuatan yang ada di dalam dirinya untuk melangkah maju dalam pelayanan. ‘Jangan suka memalsukan firman untuk kepentingan-kepentingan sesaat, licik, mengedepankan kemuliaan Tuhan dari pada beroreintasi pada diri sendiri’ kata Pdt. Pudjianto mengingatkan. ‘Karena pada dasarnya kalau pelayanan dilakukan dengan tulus hati Dia yang mengerti kedalaman hati akan memberikan upah yang tidak pernah terbayangkan sebalumnya.’ katanya melanjutkan.

 

 

 


Copyright © 2018 PID MEDIA Rights Reserved.