MUSUH YANG HARUS DIPERANGI

    Melihat perkembangan yang terjadi di dunia ini, mau atau tidak harus mengakui bahwa  manusia sedang menghadapi musuh bersama.  Musuh itu adalah KEKUATIRAN. Karena memang secara nyata dunia bukan menuju ke arah yang baik, namun semakin hari malah tambah buruk. Secara politik sulit mencari pemimpin yang bisa diandalkan untuk bisa menata masa depan rakyat.  Demikian juga kondisi bumi sepertinya bencana ada saja, misalnya badai , gunung meletus, gempa bumi, tanah longsor, dan rasanya bumi ini sudah tidak nyaman lagi ditempati. Demikian juga rumah tangga nilai kesetiaan begitu rapuhnya sehingga begitu mudahnya orang mengkhianati janji pernikahannya sendiri.

 

    Walaupun begitu harus diakui bahwa belum pernah membaca sebuah berita ada orang yang mati karena KEUATIRAN.  Namun, sebenarnya banyak orang mati karena penyakit yang banyak hubungannya dengan kekuatiran ini. Jantung tiba-tiba irama detaknya tidak bagus, sering timbul desiran halus dan tiba-tiba membuat sakit dada sebelah kiri, tiba-tiba desiran halus itu membawa kematian karena detakan jantungnya berhenti. Atau pusing tanpa henti, tidak bisa tidur, dsb. Bahkan tahun yang lalu  diberitakan seorang ibu minum racun bersama 3 anaknya, karena kuatir anak-anaknya nanti akan hidup menderita.

    Bagaimanakah sebagai orang percaya?  Orang  yg percaya kepada Tuhan, hal penderitaan atau kesulitan dalam menghadapi kehidupan adalah diterima wajar. Ia melakukan yang bisa dilakukan yang tidak bisa dilakukan itu adalah bagian Tuhan untuk melakukan. Orang percaya itu yakin akan janji Tuhan  bahwa Dia akan menyertai kehidupannya. Maka semua kekuatiran ditepisnya dengan  bersandar sepenuhnya kepada Tuhan. Firman Tuhan menyatakan: “ Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Filipi 4:6-7).

MUSUH BESAR KITA KEKUATIRAN ITU HANYA BISA DIKALAHKAN DENGAN IMAN YANG TEGUH YAITU BERSANDAR SEPENUHNYA KEPADA TUHAN YANG BERKUASA MENGURAI KEKUATIRAN ITU SENDIRI.