LEPAS DARI TEKANAN

    Ada sebagian orang yang  tidak kuat menerima tekanan menjadikan tergoncang jiwanya. Walaupun badannya sehat namun perilakunya menjadi tidak normal. Berbicara sendiri, tertawa sendiri, bahkan ada yang mengamuk. Beberapa saat yang lalu ada seorang wanita yang mengendarai kendaraan di jalan raya hanya memakai celana dalam saja, sudah tentu hal ini sangat mengagetkan sekali. Seorang bapak yang nampak intelek, mengorek-ngorek jalanan mencari mur, pada hal dia tadinya seoerang pengusaha yang sukses.  Tentu masih ingat sebuah pepatah “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat”, ternyata pepatah itu sekarang tidak berlaku lagi. Pada umumnya yang membuat orang tergoncang jiwanya adalah harapan  yang di dambakan dan diyakini bisa menjadi kenyataan ternyata meleset.

 

    Bagaimanakah sebagai orang yang beriman? Orang yang beriman senantiasa sadar bahwa apa yang terjadi di dunia ini kemukinan yang pasti adalah berubah. Maka dari itu ia tidak akan bersandar kepada dunia ini. Ia bersandar kepada Tuhan, seutuhnya hidupnya ada di tangan Dia. Ia akan berlaku seperti Daud, datang kepada Tuhan dan berseru:

Berilah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh! Luputkanlah aku dari orang penipu dan orang curang!

Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku. Mengapa Engkau membuang aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?

Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!

Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!” (Mazmur 43)

Daud juga mengalami dicurangi, mendapat perlakuan tidak adil, rasanya seperti terbuang. Namun ia minta tolong sama Tuhan supaya terangNya  dan kesetiaanNYa datang menuntun, dan akhirnya yang di dapat adalah sukacita. Ketika Daud sudah keluar dari tekanan Daud mengakui demikian:

TUHAN adalah pengasih dan adil, Allah kita penyayang.

TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku.

Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.

Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.

Aku akan bersorak-sorak dan berdukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku, telah memperhatikan kesesakan jiwaku…”,(Maz 116;Maz 183)

KETEGARAN MENGHADAP TERPAAN COBAAN DI DALAM HIDUP HANYA ADA DI DALAM TUHAN KARENA DIA YANG SANGGUP MEMBERIKAN KEKUATAN YANG SEBENARNYA.