foto1 foto2 foto3 foto4 foto5


Pelayanan Iman & Doa
www.pidmedia.net
PID

Pelayanan Kristen (Christian Ministry Church) Badan Hukum : Departemen Agama RI no.156 Tahun 1990, Motto PID adalah MELAYANI YANG BELUM TERLAYANI, Donation; Bank Central Asia (BCA), Account No : 3312172299,Beneficiary name : Christi Yana Rahayu atau Pudjianto +++ Swift Code: CENAIDJA ;Beneficiary Bank Name: Bank Mandiri, Beneficiary Branch: KCP Batu,Beneficiary Account No: 144-00-1556515-0, Beneficiary name: Pudjianto/Monika Maria Paramita +++ Swift Code: BMRIIDJA +++ +++

Visitors Counter

924727
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
77
365
1912
919100
8448
19999
924727

Your IP: 34.234.223.162
Server Time: 2020-09-18 06:22:27

radiopid

 

UMAT TERSERET SEPERTI DUNIA KARENA PIMPINANNYA

 

    Kalau kita membaca I Samuel 8, maka kita akan merasakan bentuk keprihatinan yang sangat mendalam karena anak-anak seorang hakim yang dihargai bangsa Israel pada waktu itu tidak meneladani apa yang dilakukan ayahnya. Mereka mengengejar laba, menerima suap dan memutarbalikan keadilan (I Samuel 8:3). Perbuatan yang demikian  membuat bangsa yang dilayani tidak puas.  Mereka menuntut sesuatu yang berlawanan dengan kehendak Tuhan. Semua disebabkan karena anak-anak yang mengganti orang tua sebagai hakim, tidak berjalan sesuai dengan orang tua ketika menjadi hakim. Umat itu ingin seperti bangsa lain yaitu memiliki seorang raja.

 

Dan inilah yang mengakibatkan bangsa Israel yang menjadi umat pilihan tidak bertahan lama, dan hancur. Yang seharusnya memang bangsa ini harus berbeda dengan bangsa lain, karena hidup mereka dipimpin langsung oleh Tuhan. Bangsa ini seharusnya menjadi bangsa yang menarik perhatian bangsa-bangsa untuk mengenal Tuhan bukan malah mengikuti seperti bangsa-bangsa di sekitar. Penyebabnya memang karena pemimpinnya tidak bisa dipakai teladan di dalam hidup benar. Sebagai akibatnya bangsa ini tidak lagi cukup berharga untuk dihargai.

   Apa yang terjadi pada bangsa Israel ini, merupakan pelajaran bagi kita yang hidup dalam jaman anugerah ini. Seorang hamba Tuhan di dalam kotbahnya mengatakan bahwa sebagian orang Kristen justru ingin hidup seperti orang lain, tatanan ibadah seperti orang lain, kehidupan berjemaat seperti orang lain, sitim organesasinya seperti orang lain  dsb. Hal yang demikian, lanjut hamba Tuhan tersebut merupakan kemerosotan nilai kekristenan. Justru sebagai orang kristen mestinya seperti apa yang ditulis oleh rasul Paulus: “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Roma 12:1-2).

   Oleh karena  kehidupan tidak beda dengan orang lain, maka orang-orang Kristen yang demikian tidak cukup berharga untuk dihargai. Hidup mereka terseret serupa dengan dunia, bukan hidup yang serupa dengan Kristus.

  

HIDUP KEKRISTENAN JADI TIDAK MENARIK UNTUK DIHARGAI KARENA HIDUPNYA MEMANG BUKAN SERUPA DENGAN KRISTUS TAPI SERUPA DENGAN DUNIA.

 


Copyright © 2020 PID MEDIA Rights Reserved.