HANYA KARENA PENAMPILAN

 

Seorang hamba Tuhan muda itu tidak bisa diterima menjadi bagian pelayanan di sebuah gereja. Yang menjadi alasan gereja tidak menerima hamba Tuhan muda itu karena satu saja yaitu penampilannya. Hamba Tuhan muda itu memiliki tato di sekujur tubuhnya, dan rupanya itulah yang membuat di mana-mana Gereja tidak bisa menerima dia. Dari sisi kepandaian tidak diragukan, dari sisi kotbah memang sangat mantap, isinyapun bisa membangun, namun hanya satu yang patut di sayangkan tubuhnya penuh dengan tato.

 

Untung hamba Tuhan muda itu sungguh sudah bertobat, dan ingin menyerahkan hidupnya untuk pelayanan. Ia menyadari kekurangannya, akhirnya memang mencoba merintis sendiri. Ia percaya Tuhan yang telah memilihnya dan membuatnya bertobat pasti menyertai seperti yang dijanjikanNya. Ia mulai datang ke lorong-lorong pasar, ke buruh-buruh angkut di pasar. Dan benar Tuhan menyertai pekerjaan yang dilakukan. Ternyata kerja keras itu membuahkan hasil. Dan ia  bisa membangun sebuah pelayanan, anggotanya terdiri orang-orang lain yang diubah hidupnya oleh Tuhan.

Apa yang terjadi mengingatkan kita  kepada pemilihan Allah terhadap Daud untuk menjadi raja Israel. Nabi Samuel tergoda lebih melihat penampilan. Dan Allah menegur Samuel : "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."(I Samuel 16:7).

Dalam pelayanan yang utama di butuhkan hati yang melayani. Seorang Pendeta yang sudah pensiun ketika di mintai pertimbangan berkaitan dengan penerimaan hamba Tuhan berpesan. “Cobalah dulu 6 bulan sampai 1 tahun, baru kalian nanti menentukan sikap sebaiknya di terima atau tidak. Karena yang dikerjakan itu adalah pekerjaan kekal. Jangan tergoda penampilan luar,  untuk melihat karakter yang sebenarnya membutuhkan waktu”.

Nasihat yang cukup bijak.

 

PELAYANAN ADALAH PEKERJAAN YANG KEKAL, YANG DIBUTUHKAN ORANG YANG BEKERJA DI DALAMNYA ADALAH HATI YANG DIUBAHKAN SEPERTI KRISTUS, PENYANGKALAN DIRI, MEMIKUL SALIPNYA DAN MENGIKUT TUHAN.