SETIAP ORANG PERCAYA DIBERI KUASA

    Malam itu bagi bapak setengah baya yang baru saja mengenal Tuhan Yesus itu gelisah, dan takut. Tiba-tiba  para tetangganya meminta tolong padanya untuk mendoakan seorang ibu yang mengalami kesulitan melahirkan. Bapak setengah baya itu berpikir bagaimana mungkin dia diminta mendoakan, apakah ada kuasa dari Tuhan, dia baru belajar ke gereja beberapa kali saja. Namun, desakan para tetangga tidak memungkinkan dia menolaknya.

 

   “Ya, saya berdoa kepada Tuhan Yesus apakah bapak ibu tidak keberatan?”, demikian ketika dia di desak terus para tetangganya yang diutus ke rumahnya.

   “Justru itu yang kami minta, coba Tuhan Yesusmu itu apakah mau mengabulkan doamu”, demikian jawab tetangganya.

     Mendengar permintaan para tetangga, keringat dingin mengalir dan membasahi bajunya walaupun sebenarnya udara malam itu dingin. Dalam hati mengeluh kepada Tuhan Yesus, mengapa sudah harus berhadapan persoalan demikian ketika dia memutuskan untuk menerima Tuhan Yesus menjadi juru selamatnya. Namun, akhirnya bapak itu meninggalkan rumahnya menuju rumah wanita yang sulit melahirkan tersebut,  diikuti beberapa tetangganya yang memang diutus keluarga ibu yang mau melahirkan untuk mendatangkan bapak yang baru percaya Tuhan Yesus tersebut.

    Dan bapak itu tergoncang ketika melihat begitu banyaknya para tetangga ada di rumah tersebut. Namun, ia memantapkan diri. Dan sekali lagi dalam hati berdoa kepada Tuhan Yesus, dan pikirannya di sadarkan dia hanya meminta kepada Tuhan, selebihnya Tuhanlah yang akan bekerja. Sekali lagi minta ijin kepada tetangga yang kebanyakan masih “orang lain” tersebut untuk berdoa dalam nama Tuhan Yesus. Ia tidak basa-basi, ia berdoa sebisanya. Doanya  keras terdengar orang-orang yang berkumpul di situ juga tidak panjang. Tangannya di tumpangkan kepada perut ibu yang membucit tersebut. “Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa, bayi yang dikandung wanita itu segera lahir. Amin”. Doa terlalu singkat. Para tetangga ternganga, mereka saling berbisik, mengapa doanya begitu singkat? Mengapa tidak memakai sarana lain, air putih, minyak, bunga ataupun apapun? Pertanyaan-pertanyaan demikian terungkap kepada bapak tersebut.

   “Tidak, memang hanya itu, saya sudah minta kepada Tuhan Yesus, saya minta pamit”, demikian jawabnya. Orang-orang ternganga, hanya demikian, kembali rumah itu seperti tawon, bergeremang bahwa doa itu demikian sederhananya.

    Beberapa saat setelah bapak setengah baya itu pulang, mungkin belum sampai di rumah, ibu itu mengejan, dan dengan teriakan, “Tuhan Yesus tolong saya”… dan sesaat kemudian malam itu  rumah itu dipecahkan suara bayi yang menangis keras. Orang-orang yang ada di rumah itu semua terdiam. Mereka melihat sendiri kuasa sebuah nama Yesus Kristus diberikan kepada seseorang yang percaya kepadaNya.

   Dari peristiwa ini menunjukan bahwa setiap orang yang percaya dilengkapi dengan kuasa. Seperti apa yang ditulis Paulus kepada jemaat Korintus “….karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng”(I Korintus 10:4). Jika seseorang sungguh percaya kepada Tuhan Yesus, tidak ada yang mustahil baginya untuk melakukan sesuatu di luar nalar manusia. Itulah kuasa yang dari Tuhan.

SETIAP ORANG YANG PERCAYA KEPADA TUHAN, DIBERI KUASA DALAM KELENGKAPAN UNTUK PERJUANGAN IMANNYA DALAM MEMULIAKAN NAMANYA.