foto1 foto2 foto3 foto4 foto5


Pelayanan Iman & Doa
www.pidmedia.net
PID

Pelayanan Kristen (Christian Ministry Church) Badan Hukum : Departemen Agama RI no.156 Tahun 1990, Motto PID adalah MELAYANI YANG BELUM TERLAYANI, Donation; Bank Central Asia (BCA), Account No : 3312172299,Beneficiary name : Christi Yana Rahayu atau Pudjianto +++ Swift Code: CENAIDJA ;Beneficiary Bank Name: Bank Mandiri, Beneficiary Branch: KCP Batu,Beneficiary Account No: 144-00-1556515-0, Beneficiary name: Pudjianto/Monika Maria Paramita +++ Swift Code: BMRIIDJA +++ +++

Visitors Counter

844352
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
284
799
8383
827498
39807
41454
844352

Your IP: 3.231.220.225
Server Time: 2020-05-31 09:02:07

radiopid

 

COVID-19: PELAYANAN ONLINE

MENGATASI RASA KUATIR

 

Momen Paskah tahun ini tentu tidak akan dilewati begitu saja oleh umat Tuhan walaupun kondisinya dalam masa-masa sulit.karena pandemic Virus Corona.  Walaupun tetap mengikuti himbauan pemerintah untuk menghindari kedekatan fisik, namun tentu saja acara Paskah itu tidak mungkin bisa dilewati begitu saja. Makanya datang undangan dari sebuah kelompok mahasiswa kepada Lembaga Pelayanan Iman & Doa (PID) untuk melayani mereka dalam rangka peringatan Paskah tersebut, hanya saja acara itu memang tidak bisa dilayani secara langsung.

 Hal itu berdasarkan himbauan pemerintah untuk tidak mengadakan perkumpulan dalam skala besar guna memutuskan rantai penularan Covid 19. Maka pelayanan tersebut dilakukan dengan cara online.  Para mahasiswa menginginkan mereka sendiri yang melakukan pengambilan gambar. 

         Mereka menginginkan suasana ibadah itu seperti acara ibadah yang biasa mereka lakukan. Jadi seperti ibadah live.  Tema yang disodorkan untuk disampaikan adalah bagaimana mengatasi kekuatiran. Tentu saja tema itu sangat penting mengingat kondisi yang terjadi sekarang ini sedang melanda  sebagian besar manusia di dunia akibat dari penyebaran COVID-19 ini. Mereka  mengambil ayat mas dari Matius 6:34: “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.".  Dalam khotbahnya Pdt. Pudjianto menjelaskan bahwa memang belum pernah dalam sejarah orang mati karena kuatir. Tetapi bisa terjadi ketika kekuatiran itu menguasai seseorang maka bisa jadi menjadi jalan masuk berbagai penyakit, karena stress dan depresi. Makanya Tuhan Yesus sudah  menegaskan sejak awal bahwa kita tidak boleh kuatir.

        Untuk mengatasi kekuatiran  Pdt. Pudjianto menyampaikan beberapa bagian ayat pendukung yaitu dari kitab Kisah Para Rasul 2:41-47, di mana dalam beberapa ayat tersebut dijelaskan bagaimana kita seharusnya belajar dari jemaat mula-mula khususnya ayat 42. Bila diterjemahkan maka analisanya bisa dijelaskan sebagai berikut ini:

 1. Bertekun dalam pengajaran para rasul. Makna dari bagian ini bagi kita yang hidup pada zaman sekarang ini adalah, hendaknya kita bertekun di dalam membaca firman Tuhan untuk lebih baik dalam pengenalan terhadap Tuhan Yesus Kristus. Dan firmanTuhan adalah pelita bagi jalan kehidupan.

 2. Jangan menjauhkan dari persekutuan. Karena di dalam persekutuan akan menghangatkan iman kita semua. Dalam persekutuan itulah bisa saling mendoakan, saling membantu, dan saling menguatkan satu dengan lain sehingga masing-masing muncul ketahanan dalam kerohanian

  3. Bagaimanapun seorang percaya harus berbagi dengan orang lain. Berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Kasih memang harus diujudkan dalam memperhatikan, dalam membantu. 

 4. Berdoa jangan ditinggalkan dalam kehdiupan sehari-hari. Karena bagaimanapun doa adalah bukti kita memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan. Doa yang sungguh-sungguh sangat besar kuasanya.

Dalam renungannya itu pdt. Pudjianto menghimbau untuk tidak menjadikan pedemi virus ini menjadikan hati terliputi kekuatiran, sehingga kehilangan pengharapan kepada Tuhan. Tetaplah memandang Tuhan sebagai  pribadi yang satu-satunya bisa menolong dalam kehidupan kita.

 

 


Copyright © 2020 PID MEDIA Rights Reserved.