foto1 foto2 foto3 foto4 foto5


Pelayanan Iman & Doa
www.pidmedia.net
PID

Pelayanan Kristen (Christian Ministry Church) Badan Hukum : Departemen Agama RI no.156 Tahun 1990, Motto PID adalah MELAYANI YANG BELUM TERLAYANI, Donation; Bank Central Asia (BCA), Account No : 3312172299,Beneficiary name : Christi Yana Rahayu atau Pudjianto +++ Swift Code: CENAIDJA ;Beneficiary Bank Name: Bank Mandiri, Beneficiary Branch: KCP Batu,Beneficiary Account No: 144-00-1556515-0, Beneficiary name: Pudjianto/Monika Maria Paramita +++ Swift Code: BMRIIDJA +++ +++

Visitors Counter

1130093
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
347
1273
4132
1118723
4132
35597
1130093

Your IP: 3.238.135.174
Server Time: 2021-08-04 06:53:57

radiopid

 

COVID-19 Tidak Menyurutkan Pak Yanto

 

          Tidak dapat disangkal bahwa COVID-19 menghentikan banyak laju manusia dalam beraktifitas di segala bidang. Kalau boleh dibilang virus Corona benar-benar membawa dampak social termasuk dalam berinteraksi dengan orang lain. Namun tidak demikian dengan Erwanto yang biasa dipanggil Pak Yanto dalam kegiatan menyampaikan Injil kepada suku-suku terasing yaitu Suku Wana di sekitar pegunungan Sulawesi Tengah. Bukannya merasa tidak takut dengan virus mematikan tersebut, tapi apa yang dilakukannya dengan berusaha menjaga dg protocol kesehatan dan menjaga jarak dengan mereka yang berada di daerah padat penduduk yang dilewatinya. Tentu hal ini juga menyangkut bagaimana ia berusaha untuk meminimalisir supaya dirinya tidak menjadi pembawa virus kepada mereka yang akan dikunjungi.

 

Tapi puji Tuhan sepanjang tahun 2021 hingga kini kegiatan datang untuk melakukan penjangkauan terus dilakukan dan lebih bersyukur lagi Tuhan selalu memberikan kesehatan dan perlindungan bagi dirinya dan timnya. “Setiap bulan saya hampir menjadwal untuk melakukan kegiatan kubnjungan ke Suku Wana ini,” ujarnya kepada staf PID melalui sambungan telepon.

          Ada dua kegiatan yang selalu dilakukan Pak Yanto ketika melakukan perjalanan menuju ke Suku Wana ini. Pertama adalah melakukan pembinaan secara rohani kepada mereka yang pada kunjungan-kunjungan sebelumnya telah siap untuk dibentuk menjadi perkumpulan rohani. Biasanya pembinaan tersebut berbentuk penguatan dan dorongan untuk terus setia di dalam mengikut Tuhan dan tentu saja melihat perkembangan pertumbuhan kerohanian mereka. Biasanya di tempat-tempat yang sudah terbentuk dikirim hamba-hamba Tuhan untuk tinggal di tempat tersebut. Berikutnya dari segi perhatian terhadap hal-hal yang bersifat jasmani dengan pemberian obat-obatan dan vitamin. 

         Kegiatan berikutnya adalah melakukan penjangkauan di tempat-tempat baru yang sebenarnya masih luas. Tentu saja penjangkauan ini berdasarkan informasi dari mereka yang yang sudah dilakukan pembinaan sebelumnya. Tentu Pak Yanto dan tim sering merasa kelelahan melakukan semuanya karena medan yang harus ditempuh dari lokasi satu dengan lokasi lainnya cukup jauh. Tapi kekuatan dari Tuhan dan penghiburan dari mereka yang sudah dibina menjadi penyemangat untuk terus melakukan pelayanan Tuhan ini.

        Memang diakui kalau di masa-masa pandemic seperti sekarang ini semakin sedikit kelompok-kelompok misi yang datang melakukan pelayanan kepada Suku Wana ini. Mungkin karena memang situasinya yang tidak memungkinkan, tapi juga ketakutan terhadap virus ini cukup tinggi. Namun demikian Pak Yanto dan beberapa teman lainnya ketika melihat kondisi orang-orang suku yang ada di pegunungan itu tidak berani turun maka ditakutkan komunikasi yang selama ini terjalin lama-kelamaan akan putus hubungan. “Mereka yang ada di pegunungan sangat ketakutan untuk turun gunung guna menjual hasil hutan mereka,” kata Pak Yanto menceritakan.

        Perjalanan menuju tempat pelayanan di mana Suku Wana tidak mudah. Seperti yang disampaikan Pak Yanto, perjalanan ke lokasi tersebut dimulai dari pagi-pagi buta dari Luwuk Timur tempat Pak Yanto berada menuju ke Kabupaten Morowali Utara tepatnya di Kecamatan Mamosalato. Keberangkatan pagi hari ini bertujuan supaya bisa tiba siang hari di Mamosalato untuk bisa sekedar istirahat sejenak sekaligus makan siang. Setelah itu perjalanan dimulai untuk menuju ke Desa Lijo pada sore harinya. Di desa tersebut harus bermalam satu malam guna mempersiapkan perjalanan menuju ke lokasi di mana Suku Wana berada.

        Perjalanan selanjutnya adalah menyusuri jalanan yang hanya bisa dilalui oleh sepeda roda dua dan itu         dilakukan pada pagi hari. Bila beruntung hujan tidak datang, perjalanan akan berjalan lancar tanpa hambatan kecuali menyusuri sungai-sungai yang tidak terlalu dalam. Tapi bila hujan datang, maka bisa dipastikan jalanan becek dan harus ekstra hati-hati. Perjalanan itu dilakukan seharian penuh untuk menuju lokasi Suku Wana berada. Setelah melakukan kunjungan kepada mereka yang pernah didatangi, kemudian perjalanan dilanjutkan. Tetapi untuk perjalanan berikutnya untuk menuju ke suku-suku yang belum dijangkau maka tidak ada kendaraan yang bisa digunakan kecuali hanya dengan berjalan kaki.


Copyright © 2021 PID MEDIA Rights Reserved.