foto1 foto2 foto3 foto4 foto5


Pelayanan Iman & Doa
www.pidmedia.net
PID

Pelayanan Kristen (Christian Ministry Church) Badan Hukum : Departemen Agama RI no.156 Tahun 1990, Motto PID adalah MELAYANI YANG BELUM TERLAYANI, Donation; Bank Central Asia (BCA), Account No : 3312172299,Beneficiary name : Christi Yana Rahayu atau Pudjianto +++ Swift Code: CENAIDJA ;Beneficiary Bank Name: Bank Mandiri, Beneficiary Branch: KCP Batu,Beneficiary Account No: 144-00-1556515-0, Beneficiary name: Pudjianto/Monika Maria Paramita +++ Swift Code: BMRIIDJA +++ +++

Visitors Counter

1130075
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
329
1273
4114
1118723
4114
35597
1130075

Your IP: 3.238.135.174
Server Time: 2021-08-04 06:33:22

radiopid

 

PENTINGNYA KESAKSIAN SESAMA MENGENAI PERTOBATAN SESEORANG

Bacaan Galatia 2:1-10

Oleh: Pdt. Pudjianto'

 

Membaca apa yang terungkap dari  ayat-ayat bacaan kita ini, maka bisa dimengerti bahwa kadang-kadang orang masih kurang yakin akan kesungguhan pertobatan seseorang. Terlebih latar belakang orang tersebut tadinya sangat membenci kekristenan. Maka akan banyak timbul pertanyaan: “Benarkah orang itu bertobat? Saya tidak percaya begitu saja. Lihat pengalaman sebelumnya?”. Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang terjadi. Demikian juga Paulus walaupun ketika itu sudah mendapat pengesahan dari soko guru Jemaat Yohanes, Petrus, Yakobus berkaitan dengan kesungguhan pertobatannya, namun tetap saja keraguan itu masih ada di dalam benak orang-orang percaya di Yerusalem ketika itu.

 

Paulus menyadari hal tersebut. Maka ia mengasingkan  diri selama 14 tahun untuk menguji panggilan dan juga pertobatannya.  “Kemudian setelah lewat empat belas tahun, aku pergi pula ke Yerusalem dengan Barnabas dan Titus pun kubawa juga” (ayat 1).

Kesungguhan mengiring Yesus itu perlu orang-orang Kristen Galatia tahu, dan ketika itu Paulus membawa serta Barnabas dan Titus kembali ke Yerusalem. Barnabas mewakili orang Yahudi sedangkan Titus yang berlatar belakang non Yahudi, mewakili bangsa Yunani atau bangsa lain. Ia perlu membawa serta orang lain menunjukkan kepada orang-orang Kristen di Yerusalem bahwa pertobatannya itu memang sungguh. Ada orang yang menjadi saksinya. Jaman sekarang ada rekomendasi dari orang lain.

Merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi kehidupan persekutuan kita untuk tidak terlalu mengekspos berlebihan kesaksian orang-orang yang berlatar belakang non Kristen menjadi Kristen. Orang yang menyaksikan dirinya bertobat, maka orang tersebut harus membuktikan dirinya terlebih dahulu, dengan buah-buah kehidupan, kesetiaan, kesungguhan, kasih di dalam kehidupannya, dan benar hidupnya meneladani Tuhan Yesus  yang diterimanya sebagai juru selamat. Jika diterima di sebuah persekutuan perlu ada orang lain yang telah mengenalnya untuk memperkuat kesaksiannya. Dan jangan lantas dijadikan salah satu pengurus persekutuan. Paulus menasihati Timotius berkaitan dengan orang-orang yang baru bertobat: “Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis” (I Timotius 3:6).

Pengalaman sudah banyak terjadi, kesaksian pertobatan seseorang menggebu-nggebu, bahkan menggoncangkan  secara nasional, namun setelah itu tenggelam tidak ada apa-apanya. Seharusnya orang tersebut diberi kesempatan untuk menghayati pertobatannya dahulu, dan mengenal Tuhan Yesus secara benar.

KESUNGGUHAN PERTOBATAN KITA AKAN DIRASAKAN ORANG-ORANG DISEKITAR KITA. MEREKA AKAN YAKIN KITA SUDAH MENJADI MURID YESUS DENGAN SUNGGUH JIKA MEREKA MERASAKAN BUAH-BUAH PERTOBATAN  ITU SENDIRI.


Copyright © 2021 PID MEDIA Rights Reserved.