SEBAGAI SENIOR LAYAK MEMBERI KESEMPATAN JUNIOR

Bacaan: Galatia 2:1-10

Oleh: Pdt. Pudjianto

 

Ungkapan Paulus dalam tulisan di ayat-ayat ini adalah kesaksiannya kepada orang-orang Kristen di Galatia, bagaimana ia sampai bisa diterima  oleh Jemaat di Yerusalem. Ia membawa Barnabas. Siapakah Barnabas tersebut sampai orang Yahudi di Yerusalem bisa diyakinkan? Di dalam Kisah para rasul tertulis: “Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan, karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan (Kisah rasul 11:23-24). Jikalau Barnabas mau membangun Kerajaan bagi dirinya sendiri tidak perlu  mencari Paulus.

 

Dalam kontek Kisah para rasul memang Barnabas meninggalkan jemaat Yerusalem pergi ke Antiochia, setelah itu pergi ke Tarsus mengambil Paulus yang sudah bertobat dan di dampingi untuk mengawali  pelayanan di Antiochia. Dan ternyata setelah Paulus terlibat dalam pelayanan, perkembangan jemaat di Antiochia luar biasa, bertambah-tembah orang-orang percaya, melebihi perkembangan di Yerusalem sendiri. Paulus benar-benar diurapi Tuhan.

 Merupakan pelajaran yang berharga  bagi kita dalam hal melayani untuk kemuliaan Tuhan.  Supaya Kerajaan Allah menjadi lebar dan luas memang kita yang sudah senior memberi kesempatan kepada orang-orang baru yang sudah terbukti kesetiaan dan kesungguhan di dalam mengasihi Tuhan  untuk terlibat dalam pengembangan Kerajaan Allah tersebut. Sebagai Senior tidak selayaknya merasa tersaingi melihat keberhasilan si Unior.  Bahkan memang kadang-kadang yang sudah Senior harus mengurangi perannya, supaya tidak menjadikan dirinya sebagai “allah” kecil di pelayanan. Kemurnian seperti yang ditunjukan Barnabas memang menjadi teladan bagi kita para pelayan yang terlebih dahulu melayani Dia. Dan setiap orang yang berjiwa pelayan, siapapun yang dipakai Tuhan secara luar biasa, ia bisa mengucap syukur kepada Tuhan. Bahkan orang yang dibawah dia jauh, jika ada yang dipakai Tuhan secara luar biasa,  ia bisa memuji Tuhan dan menghargainya dengan tulus. Orang yang demikianlah sebenarnya orang yang besar di hadapan Tuhan. Sabda Tuhan Yesus ini perlu diperhatikan bagi kita yang berjiwa pelayan: “Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya” (Markus 10:43-44).

 TUHAN MEMBERIKAN KUASANYA KEPADA SETIAP ORANG YANG SUNGGUH-SUNGGUH PERCAYA KEPADANYA DAN SUNGGUH-SUNGGUH INGIN MENJADI PELAYANNYA.  PENYERTAANNYA DITUNJUKAN DENGAN KEAJAIBAN-KEAJAIBAN YANG DIALAMI SI PELAYAN ITU SENDIRI.