TIDAK PERLU MENAMBAH HAL YANG TIDAK PERLU

Bacaan Galatia 2:1-10

Oleh: Pdt. Pudjianto

 

Paulus masih mengungkapkan kesaksiannya kepada jemaat Galatia di dalam meneguhkan bahwa apa yang dilakukan itu benar, demikian juga berita yang disampaikan itu benar. Ia juga membawa Titus seorang Yunani, demikian kesaksianya. Tulisannya: “Aku pergi berdasarkan suatu penyataan. Dan kepada mereka kubentangkan Injil yang kuberitakan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi -- dalam percakapan tersendiri kepada mereka yang terpandang --, supaya jangan dengan percuma aku berusaha atau telah berusaha. Tetapi kendatipun Titus, yang bersama-sama dengan aku, adalah seorang Yunani, namun ia tidak dipaksa untuk menyunatkan dirinya” ( ayat 2-3). Paulus menegaskan bahwa dia pergi berdasarkan penyataan. Bukan karena mimpi, bukan karena keinginan sendiri, dan juga bukan rekaan sendiri namun memang dari wahyu Tuhan, langsung.  Paulus tidak tanggung-tanggung dalam melakukan pelayanan, dan orang Yunani  yang percaya Tuhan Yesus, tidak perlu menambah dengan melakukan tatanan torat, atau adat istiadat orang Yahudi yaitu sunat. 

 

Dan itu dibuktikan dengan membawa Titus orang Yunani itu ke Yerusalem. Menurut rasul Petrus, Yohanes, Yakobus soko guru jemaat yang merupakan pimpinan tertinggi pada waktu itu, bahwa tindakannya itu benar. Orang non Yahudi yang percaya Yesus tidak perlu melakukan adat istiadat Yahudi, atau melakukan yang trtulis di dalam hukum Torat. Keselamatan yang diterima orang yang percaya Tuhan Yesus, tidak perlu ditambahi dengan hal-hal yang lain. Cukup percaya Yesus Kristus.

Apa yang disaksikan Paulus itu menjadi pelajaran bagi kita. Saat ini memang berkembang ajaran-ajaran yang mengurangi nilai pengorbanan  Tuhan Yesus. Guru-guru yang datang ke orang-orang yang sudah percaya itu mengembalikan ajaran bahwa keselamatan yang diterima oleh manusia itu  atas hasil usaha manusia. Percaya Yesus iya, tetapi supaya lebih sempurna harus ditambahkan dengan usaha manusia. Sunat.  Ajaran itu yang berkembang pada waktu itu di Galatia. Bahkan ajaran  itu sampai masuk di gereja, keselamatan itu akan bertambah sempurna apabila di tambah dengan ini dan itu. Paulus dengan tegas menyatakan bahwa  keselamatan hanya diterima karena iman kepada Yesus Kristus, titik. Perubahan hidup baru oleh seseorang  karena memang ada pembaharuan yang Tuhan lakkan, bukan karena usaha manusia. Tetapi Roh Kudus yang dikaruniakan kepada setiap orang yang percaya. Roh Kudus itulah yang akan menyadarkan, mengingatkan, kepada orang yang percaya untuk menuntun supaya hidupnya berkenan kepada Tuhan dan memuliakan Tuhan.

 

KARYA KRISTUS SUDAH SEMPURNA DALAM PENEBUSAN DOSA MANUSIA, TIDAK PERLU DI TAMBAH – TAMBAH LAGI. JIKA DITAMBAH MALAH AKAN MENYESATKAN ORANG