JANGAN LUPAKAN ORANG MISKIN

Galatia 2:1-10

Oleh: Pdt. Pudjianto

 

Masih tercecer kesaksian Paulus dalam batasan bacaan kita kepada orang-orang kristen Galatia. Rupanya untuk mengenalkan diri kepada  orang-orang Kristen di Galatia ini harus lengkap, berhubung sebagian dari mereka sudah meninggalkan Injil yang benar. Paulus ingin merebut kembali mereka yang telah bergeser imannya oleh karena kelicikan guru-guru palsu yang berdatang di Galatia. Saat ini Paulus menyinggung masalah orang-orang miskin: “…..hanya kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya.” (ayat 10).

 

Tulisan untuk mengingat orang miskin memang di dalam Perjanjian Baru begitu ditekankan. Bagi Paulus memang memperhatikan dan menolong orang miskin adalah merupakan hal yang harus sungguh-sungguh diusahakan.

Tuhan Yesus pernah mengingatkan Para murid berkaitan dengan orang miskin tersebut. Ketika itu Tuhan Yesus mendekat hari penguburannya. Maria membawa minyak narwastu yang mahal harganya, dan minyak itu untuk mengurapi Tuhan Yesus. Yudas merasa bahwa minyak semahal itu mengapa digunakan yang tidak ada gunanya. Pada hal di hatinya punya maksud tertentu, kata Yudas: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"(Yohanes 12:5). Tuhan Yesus menjawab sekaligus mengingatkan kepada semua murid: “Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."(Yohanes 12:7-8)

“…orang-orang miskin selalu ada pada kamu..”, perkataan Tuhan Yesus itu juga mengingatkan kita sebagai orang percaya. Merupakan kesaksian yang indah , seseorang yang peduli terhadap orang yang miskin. Yaitu orang yang tidak berdaya di dalam menjalani kehidupan ini. Banyak factor penyebabnya, namun yang penting orang Kristen harus mengingat hal tersebut. Seorang ibu di Jakarta yang hidupnya tidak pernah masak namun terus makan bersama keluarganya di luar.  Saat ini berkomitmen untuk mengurangi makan di luar dan mencoba masak sendiri untuk keluarganya, dan ternyata sisa anggaran makan itu besar sekali. Dan sisa anggaran itu diberikan kepada Lembaga yang mengelola menolong hamba Tuhan dan  membantu pendidikan anak-anak yang miskin. Ibu bersama keluarganya mencoba mentaati apa yang disabdakan Tuhan Yesus. Justru kesaksiannya, yang mengherankan anak-anaknya sangat menyenangi masakannya, dan ada damai sejahtera yang melingkupi kehidupan keluarganya.

 

TUHAN DALAM SABDANYA YANG LAIN MENGINDENTIKAN  DIRINYA SEBAGAI ORANG PAPA, DAN BARANG SIAPA MENOLONG ORANG PAPA ORANG YANG MENOLONG TERSEBUT SAMA DENGAN MENOLONG DIRINYA.

SEBAGAI BALASANNYA TUHAN MEMBERIKAN DAMAI SEJAHTERA YANG BERBEDA DENGAN DAMAI SEJAHTERA YANG DIBERIKAN DUNIA.