MENGAMBIL BAGIAN PENYEDIAAN PENGERJA DI LADANG TUHAN
Pada awal berdirinya, Lembaga Pelayanan Iman & Doa (PID) memfokuskan pelayanannya melalui media, khususnya siaran radio. PID menjalin kerja sama dengan berbagai pemancar radio di berbagai daerah untuk memberitakan Injil, dengan menggunakan dua bahasa utama, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa.
Pemilihan Bahasa Indonesia didasarkan pada fungsinya sebagai bahasa persatu-an bangsa. Sementara itu, penggunaan Bahasa Jawa mempertimbangkan mayoritas penduduk Indonesia yang berasal dari suku Jawa. Berdasarkan data tahun 2009, jumlah orang Jawa mencapai sekitar 94 juta jiwa, dengan sekitar 73% di antaranya masih ak-tif menggunakan Bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, sebagian besar masyarakat Jawa tinggal di wilayah pedesaan, sehingga Bahasa Jawa dinilai efektif untuk menjangkau mereka melalui pemberitaan Injil.
Seiring perkembangan pelayanan, PID tidak hanya menjangkau pendengar, tetapi juga bertemu dengan banyak anak muda di pedesaan yang memiliki panggilan untuk melayani Tuhan. Namun, keterbatasan ekonomi menjadi kendala utama bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan teologi. Di sisi lain, gereja-gereja asal mereka umumnya belum memiliki kemampuan finansial untuk menyediakan program beasiswa. Bukan hanya itu, beberapa anak yang melakukan studi di sekolah-sekolah umum yang tidak sedikit juga membutuhkan bantuan dana, maka PID juga turut tangan untuk sekedar membantu. Sehingga tidak sedikit dari mereka yang akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan, baik di tingkat sekolah dasar, menengah, atas dan bahkan beberapa juga mengambil kuliah di universitas umum.
Melihat kebutuhan tersebut, PID mulai menggalang dukungan dari para pendengar dan masyarakat luas untuk membantu pendidikan para pemuda ini. Bantuan yang diberikan bukan dalam bentuk beasiswa penuh, melainkan dukungan pendidikan agar mereka dapat melanjutkan studi di sekolah-sekolah teologi.
Pada awalnya, program ini difokuskan bagi pemuda dari Jawa dengan harapan mereka dapat kembali me-layani di desa masing-masing. Namun, seiring waktu, kebutuhan serupa juga muncul dari berbagai daerah di luar Jawa. Menanggapi hal ini, PID membuka kesempatan bagi semua pemuda yang terpanggil, tanpa dibatasi wilayah, untuk mendapatkan dukungan pendidikan.
Saat ini, para penerima bantuan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Nias, Kalimantan, Su-matra, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi. Mereka sedang menempuh pendidikan di berbagai sekolah teologi, di berbagai tempat seperti di Jawa Tengah dan di Jawa Timur, termasuk salah satunya di Kota Batu. Dengan semangat yang tinggi, mereka dipersiapkan untuk menjadi pengerja-pengerja di ladang Tu-han dengan harapan mereka akan dipakai secara luar biasa oleh Tuhan setelah mendapat pembekalan di sekolah teologi tersebut.
Sebagai bentuk komunikasi yang dibangun oleh PID antara pihak PID dan mereka yang tergerak untuk memberikan bantuan pendidikan (donatur) tersebut maka secara rutin PID memberikan laporan kepada para donatur, termasuk perkembangan akademik dan praktik pelayanan para mahasiswa. Selain sudah puluhan hamba Tuhan yang telah menyelesaikan pendidikan di sekolah teologi dan sudah berkecimpung di berbagai tempat pelayanan di Indonesia, juga hingga kini sistim dukungan kepada calon hamba Tuhan tersebut, juga hingga kini, masih tercatat sebanyak 21 anak muda masih dalam proses pendidikan, semen-tara 38 lainnya telah menyelesaikan studi dan kini melayani di berbagai wilayah di Indonesia, sebagian besar kembali ke daerah asal mereka yang membutuhkan pelayanan Injil.
PID menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para donatur yang telah ambil bagian dalam pe-layanan ini. Melalui dukungan bersama, semakin banyak pekerja Tuhan dipersiapkan untuk melayani dan menjangkau jiwa-jiwa di berbagai pelosok negeri. Dari antara mereka yang sudah pernah didukung oleh para donatur tersebar di berbagai tempat di Indonesia, dan mereka terus bekerja untuk pelayanan Injil.
